PENGARUH PENYINARAN CAHAYA ULTRAVIOLET TERHADAP KANDUNGAN KLOROFIL-a dan PHAEOPHYTIN-a KARANG Montipora aequituberculata dan M. samarrensis

RINGKASAN

Rahmad Firdaus. K2D 002 286. Pengaruh Penyinaran Lampu Ultraviolet Terhadap Kandungan Klorofil-a dan Phaeophytin-a Karang Montipora aequituberculata dan M. samarrensis. (Pembimbing : Diah Permata Wijayanti dan Wisnu Widjatmoko).

Sinar ultraviolet merupakan salah satu komponen dari cahaya matahari, yang dalam intensitas yang berlebihan menyebabkan degradasi sistem fotosintesis pada zooxanthellae sehingga terjadi penurunan suplai energi pada karang sebagai inangnya. Selain itu, radiasi ultraviolet juga menyebabkan hilangnya pigmen fotosintesis khususnya klorofil-a pada zooxanthellae dan pada akhirnya menyebabkan terjadinya pemutihan pada karang.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyinaran lampu ultraviolet terhadap kandungan klorofil-a dan phaeophytin-a pada karang Montipora aequituberculata dan M. samarrensis dalam skala laboratorium.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni s/d September 2006 di lokasi budidaya karang milik P.T. PURA Baruna Lestari, di Pulau Sambangan, Karimunjawa. Analisis kandungan klorofil-a dan phaeophytin-a dilakukan di Laboratorium Oseanografi Kimia, Kampus Ilmu Kelautan, Teluk Awur, Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratoris. Karang diberi perlakuan dengan cahaya ultraviolet kemudian setiap bulan kandungan klorofil-a dan phaeophytin-a karang dianalisis.

Berdasarkan hasil analisa data didapatkan nilai rata-rata kandungan klorofil-a dan phaeophytin-a. Pada karang uji Montipora aequituberculata, jumlah kandungan klorofil-a sebelum perlakuan sebesar 2.98 μg/cm2 dan akhir penelitian menjadi 0.31 μg/cm2. Sedangkan kandungan klorofil-a pada karang kontrol sebelum perlakuan sebesar 3.29 μg/cm2, akhir penelitian menjadi 0.98 μg/cm2. Jumlah kandungan phaeophytin-a sebelum perlakuan sebesar 8.79 μg/cm2 dan akhir penelitian menjadi 0.68 μg/cm2. Pada karang kontrol kandungan phaeophytin-a sebelum perlakuan sebesar 8.73 μg/cm2, akhir penelitian menjadi 0.83 μg/cm2. Pada karang uji Montipora samarrensis, jumlah kandungan klorofil-a sebelum perlakuan sebesar 2.36 μg/cm2 dan akhir penelitian menjadi 0.22 μg/cm2. Sedangkan kandungan klorofil-a pada karang kontrol sebelum perlakuan sebesar 2.94 μg/cm2, akhir penelitian menjadi 0.93 μg/cm2. Jumlah kandungan phaeophytin-a sebelum perlakuan sebesar 7.93 μg/cm2 dan akhir penelitian menjadi 0.06 μg/cm2. Pada karang kontrol kandungan phaeophytin-a sebelum perlakuan sebesar 8.72 μg/cm2, akhir penelitian menjadi 1.08 μg/cm2. Hasil pengamatan secara visual warna karang menunjukkan bahwa, pada karang perlakuan warna cenderung memudar hingga akhir penelitian. Sedangkan untuk karang kontrol warna menjadi cokelat tua hingga akhir penelitian.

Kata kunci : Montipora aequituberculata, M. samarrensis, Ultraviolet, Klorofil-a, Phaeophytin-a, warna karang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: