Kegiatan

kegiatan.gif

Recruitment MDC

Suatu organisasi akan dapat mempertahankan eksistensinya apabila ada suatu regenerasi yang berkelanjutan. Kesuksesan suatu organisasi bahkan dipengaruhi oleh kesuksesan proses rekruitmennya. Andhika Putra Permana, seorang Badan Pengawas Marine Diving Club, pada suatu kesempatan mengatakan bahwa recruitmen penting demi kelanjutan Marine Diving Club, pembaharuan-pembaharuan perlu diadakan demi penyegaran dalam organisasi untuk menyongsong era baru yang lebih baik. Dalam proses rekruitmen Marine Diving Club selalu diutamakan calon anggota yang memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap organisasi. “Percuma saja seorang anggota yang memiliki keahlian selam tinggi dan kemampuan otak yang jenius namun tidak memiliki loyalitas dan dedikasi kepada organisasi, ke depannya tidak akan berguna bagi organisasi namun hanya akan menjadi benalu saja”, tambah Mustofa sebagai Ketua Umum Marine Diving Club periode 2007-2008. Proses rekruitmen MDC memiliki memiliki jangka waktu yang bisa dikatakan cukup lama, hal ini dikarenakan untuk menguji kebertahanan calon anggota baru dalam menyongsong proses rekruitmen, mampukah mereka melewati proses rekrutmen tersebut. “Sebenarnya yang diutamakan adalah niat dari calon anggota baru untuk masuk menjadi anggota MDC”. Selain itu, banyak juga yang mengatakan masuk MDC itu susah, namun pada prinsipnya, MDC ingin mencetak anggota baru yang berkualitas dan berkompeten dalam berorganisasi di MDC, dan secara organisasi MDC sadar bahwa hal itu didapat bukan dengan instant, melainkan dengan suatu proses yang membutuhkan waktu. “Susah tidaknya masuk MDC tergantung niat dari calon anggota, dan kalo belum dicoba siapa tahu?”, tambah Mustofa.

Corallium

Ekspedisi Corallium diadakan sebagai wujud nyata peran serta Marine Diving Club dalam upaya konservasi terhadap Kepulauan Karimunjawa. Saat ini Kep. Karimunjawa diketahui memiliki potensi pariwisata yang semakin meningkat. Pada satu sisi, kondisi ini akan meningkatkan income dari penduduk sekitar, namun pada sisi lain, meningkatnya kondisi ini justru menimbulkan ancaman bagi kondisi alam Karimunjawa, seperti kerusakan terumbu karang. Berkaitan dengan hal tersebut, MDC menunjukkan kepeduliannya dengan mengadakan ekspedisi ini. Selain data yang diambil dapat dipergunakan oleh Pemerintah dalam pengambilan kebijakan pengelolaan (Area Management) juga membeikan kesimpulan mengenai kondisi beberapa titik di Kep. Karimunjawa. Data diperoleh dengan menggunakan metode Line Intersept Transect (LIT), sebuah metode pengambilan data dengan menggelar transek sepanjang 100 meter sejajar dengan garis pantai. Dalam metode ini digunakan 2 kedalaman, 3 meter untuk mewakili perairan dangkal dengan kondisi kerapatan karang yang beragam, dan 10 meter untuk mewakili perairan dalam dengan beragam variasi rapatan dan jenis terumbu karang. Dalam kegiatan ini, MDC senantiasa mengadakan hubungan kerjasama dengan berbagai relasi, misalnya Pemkab Jepara yang dalam hal ini sangat antusias dalam memberikan dukungan pada MDC perihal kegiatan ini karena menganggap kegiatan ini sangat positif demi memantau kondisi Karimunjawa melalui penyediaan data yang berkesinambungan.

Reef Check

Reef Check merupakan suatu jaringan pemantauan terumbu karang yang ada di seluruh dunia dengan pusat di California, Amerika. Metode yang digunakan dalam Reef Check merupakan metode yang sederhana namun dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Metode point transect yang digunakan memudahkan para pengambil data, orang awam sekalipun, untuk turut serta menjadi relawan (volunteer) dalam kegiatan ini. Kegiatan ini juga memiliki tujuan untuk membangkitkan awareness masyarakat mengenai pentingnya menjaga terumbu karang bagi kehidupan manusia. Jaringan pemantauan ini memiliki data base mengenai karang dan berbagai macam indikator lain yang ada di dalamnya dari berbagai belahan dunia. Termasuk didalamnya Indonesia. Di Indonesia, Reef Check dilaksanakan di bawah koordinasi Jaringan Kerja Reef Check Indonesia (JKRI). Reef Check pertama kali diadakan pada tahun 1997 dengan mengambil tempat di Karimunjawa. MDC semenjak tahun 1999 dipercaya menjadi koordinator Reef Check untuk pelaksanaan di Karimunjawa. Pencapaian MDC hingga 1 dekade pelaksanaan Reef Check diantaranya, berhasil meng-compile data Reef Check Indonesia, memvariasikan kegiatan Reef Check dengan pembuatan rekor MURI ”Underwater Chess Competition”, Coastal Clean Up, dan yang paling baru adalah pelaksanaan Reef Check dan Jambore Selam Nasional tahun 2007. Dalam kegiatan ini MDC senantiasa melibatkan masyarakat umum untuk keefektifitasan hasil yang dicapai sekaligus penyadaran pada masyarakat secara langsung.

Ekspedisi

Dewasa ini banyak diketahui berbagai macam tempat untuk titik penyelaman (Dive Site) baru yang belum banyak diketahui oleh kalangan umum terutama yang aktif berkecimpung dalam dunia selam. Tempat tersebut tersebar di seluruh Indonesia. Marine Diving Club (MDC) mengadakan kegiatan ekspedisi sebagai study banding kondisi terumbu karang dan ikan karang serta berbagai indikator lain dari berbagai tempat yang berbeda. Kegiatan ini melibatkan angota MDC secara penuh dan mengambil tempat yang baru (belum pernah dikunjungi oleh MDC sebelumnya). Berbagai tempat tersebut diantaranya Lombok, Bali, Raja Ampat Papua, dan Taka Bonerate. Kegiatan ini juga berfungsi untuk menambah jaringan kerja yang dimiliki MDC dalam dunia selam dan mampu menambah wawasan yang dimiliki oleh anggota dalam kaitannya untuk memajukan MDC secara organisasi. Dalam pelaksanaannya MDC bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat, maupun LSM-LSM yang bergerak dalam konservasi lingkungan pada daerah tersebut (misalnya CI (Conservation Indonesia) pada akhir kegiatan ini MDC senantiasa memberikan laporan yang terkait dengan kondisi dari tempat yang telah dilihat guna penanganan lebih jauh.

Sertifikasi Selam MDC

Bagi para penyelam, adanya sertifikat selam menunjukkan tingkat kemampuan selam yang mereka miliki, sekaligus sertifikat selam tersebut merupakan legalitas mereka dalam menyelam. Karena kita ketahui bahwa pada beberapa tempat penyelaman, kebanyakan para penyelam harus bisa menunjukkan tingkat sertifikasi selamnya sehingga diketahui kemampuan selamnya dan penanganan yang dibutuhkan. Dalam kegiatan sertifikasi ini, MDC selalu mengadakan kerjasama dengan pihak POSSI Pengda Jateng dengan instruktur Sutopo. Versi sertifikatnya adalah CMAS Perancis. Rangkaian kegiatan sertifikasi sendiri meliputi Pendidikan Akademis Penyelaman (PAP), Latihan Ketrampilan Kolam (LKK) dan Latihan Perairan Terbuka (LPT). Pada acara PAP, para peserta akan dibekali pengetahuan dan segala teknik tentang selam sehingga diharapkan akan mendapatkan bekal menuju LKK. Materi tersebut diantaranya pengetahuan dasar selam, pengenalan alat selam, teknik entry, dive table, dan rescue. Pada acara LKK, para peserta akan mengaplikasikan semua materi yang didapat pada PAP di kolam. Peserta dapat menggunakan SCUBA dalam rangka pengenalan dan pembiasaan dalam pemakaian alat. Peserta akan dibawa ke Latihan Perairan Terbuka apabila dirasa kemampuan mereka telah cukup untuk dibawa ke laut. Instruktur yang lebih mengetahui perihal tersebut. MDC biasa mengadakan LPT di Teluk Awur Jepara. Tingkat sertifikasi yang dapat diambil adalah One Star, Two Star, Three Star, dan Keahlian. Segala informasi yang berkaitan dengan harga atau pendaftaran dapat menghubungi Husnan (0856 4725 1881),  Michael (0852 9012 3428), Bagus (0856 4109 1491) atau Sekretariat MDC (bisa dilihat di Halaman Kontak).

Ekspo MDC

Kegiatan ini dilaksanakan oleh MDC dalam rangka pendekatan kepada masyarakat kampus. Terutama dalam lingkup jurusan Kelautan FPIK UNDIP. Hal-hal yang ditampilkan dalam ekspo ini berkaitan dengan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh MDC selama beberapa periode, pencapaian-pencapaian yang diperoleh, seminar mengenai hasil kegiatan, dan peragaan alat selam. Tidak ketinggalan juga foto dan video hasil dokumentasi MDC dapat juga disaksikan. Namun tidak jarang pula, panitia biasa memvariasikan dengan kegiatan musik maupun berbagai bentuk kegiatan laian yang menarik. Dalam kegiatan ini juga dijual mercahandise selam asli karya MDC. Tak jarang untuk aksi sosial, MDC mengadakan kerjasama dengan Palang Merah Indonesia untuk mengadakan donor darah.

Advertisements
%d bloggers like this: