GAMETOGENESIS, SUSUNAN GONAD DAN HERMAFRODISITAS KARANG Pocillopora damicornis DI PULAU PANJANG, JEPARA, JAWA TENGAH

RINGKASAN

Dwi Haryanti. K2D002245. Gametogenesis, Susunan Gonad dan Hermafrodisitas Karang Pocillopora damicornis di Pulau Panjang, Jepara, Jawa Tengah. (Munasik dan Diah Permata Wijayanti)

Studi mengenai reproduksi karang dapat digunakan sebagai dasar untuk prediksi rekruitmen populasi karang. Pulau Panjang di Jepara, Jawa Tengah sendiri memiliki ekosistem terumbu karang dan Pocillopora damicornis termasuk salah satu spesies yang melimpah baik di sebelah utara maupun selatan pulau. Meskipun reproduksi karang P. damicornis telah dipelajari, pola pembentukan serta waktu kematangan gamet P. damicornis yang ada di Pulau Panjang, Jepara, belum diketahui.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui siklus gametogenesis, susunan gonad dan hermafrodisitas pada dua populasi karang P. damicornis yang terdapat di utara dan selatan Pulau Panjang, Jepara, melalui studi histologi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Pengambilan sampel karang dilakukan setiap bulan sepanjang tahun 2005 serta setiap minggu pada bulan April-Mei dan Agustus-September. Sampel kemudian dianalisa melalui studi histologi. Persentase kemunculan gamet jantan dan betina dihitung untuk mengetahui siklus gametogenesis dan persentase hermafrodisitas.

Gametogenesis pada P. damicornis terjadi sepanjang tahun. Pembentukan gamet jantan diperkirakan dimulai pada periode setelah bulan purnama hingga bulan baru dan matang pada periode sekitar bulan purnama dan kuarter ketiga pada setiap siklusnya. Sedangkan gamet betina tersedia sepanjang periode bulan dan diperkirakan matang pada sekitar bulan purnama hingga menjelang bulan baru, atau hampir bersamaan dengan kematangan gamet jantan. Satu siklus gametogenesis diperkirakan berlangsung selama satu seperempat fase bulan. Susunan gonad karang menunjukkan bahwa alokasi jumlah gonad jantan lebih besar dibandingkan gonad betina dan diduga merupakan suatu upaya untuk memperbesar kesempatan terjadinya pembuahan silang (cross fertilization). Persentase polip yang bereproduksi lebih tinggi di sebelah utara (69,3± 34,5%) dibandingkan dengan selatan (64,2 ± 35,4%). Hal ini diduga merupakan suatu strategi untuk meningkatkan kesuksesan reproduksi dalam menghadapi kondisi lingkungan yang berbeda. Sedangkan perbedaan persentase hermafrodisitas serta alokasi seksual karang P. damicornis di Pulau Panjang kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Kata kunci: Gametogenesis, Hermafrodisitas, Histologi, Pocillopora damicornis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: