Posted by: Marine Diving Club | March 12, 2012

MDC GOES TO BALI

Dalam rangka membuka wawasan dan menjaga hubungan dengan para stake holder di dunia konservasi kelautan Indonesia, MDC (Marine Diving Club) Universitas Diponegoro melakukan kunjungan ke bali pada tanggal 29 Februari- 6 Maret 2012. Dengan diwakili oleh empat orang MDC’ers, Yaitu Tutus Wijanarko, Sebastian Aviandhika, Tsuranta Tarigan, serta Fauzyah Rafsani. MDC melakukan kunjungan ke beberapa LSM yang ada di pulau Dewata.

Kunjungan pertama pada tanggal  2 Maret 2012 di lakukan di kantor Yayasan Reef Check Indonesia (YRCI), yang berada di jalan Tukad Balian 1/no 43.  MDC sendiri merupakan salah satu jaringan kerja YRCI yang mengkordinir kegiatan Reef Check di kepulauan Karimunjawa secara rutin tiap tahunnya. Pimpinan YRCI , saudara Jensi Sartin merupakan jebolan dari MDC, dan tercatat sebagai alumni Ilmu Kelautan UNDIP angkatan 2003.

Pada kesempatan yang lain, MDC melakukan kunjungan ke LSM CTC (Coral Triangle Center). Yayasan Nasional  ini sendiri  fokus pada pengembangan kapasitas (capacity building) terkait konservasi kelautan di kawasan regional segitiga karang (coral triangle) yang meliputi enam Negara yaitu Indonesia, Phlipina, Malaysia, Timor Leste, Papua New Guinea dan Salomon Island. Program CTC sendiri juga dilaksanakan dalam rangka mendukung Coral Triangle Initiative (CTI). Pada kesempatan ini rombongan MDC’ers diterima langsung oleh Bapak Andreas Muljadi selaku kordinator di bidang konservasi. Dalam pertemuan ini nantinya diharapkan dapat tercipta sebuah kerjasama mengenai pengelolaan kawasan konservasi perairan (Marine Protected Area) yang ada di Indonesia. Mengingat masih banyak perairan di Indonesia yang masih memerlukan pengamatan serta analisa yang dapat digunakan dalam pengambilan kebijakan oleh pemerintah nantinya.

Di hari sabtu, tanggal 3 maret 2012 MDC membantu NDRF (Nusa Dua Reef Foundation) dalam melakukan survey lokasi pembuatan underwater cultural park yang rencananya akan diresmikan pada bulan juni 2012 ini. Survey di lakukan di dua tempat yang berbeda. Yang pertama di perairan Nusa Dua. Kemudian di perairan pantai Kelan, yang berlokasi di dekat bandara internasional Ngurah Rai, Denpasar Bali.

Keindahan perairan pulau dewata yang termasuk dalam wilayah segitiga terumbu karang (coral triangle) menggoda para MDC’er untuk menyelami perairan di Tulamben. Tentu saja yang dicari adalah bangkai kapal karam yang legendaris. Ya, USAT Liberty Glo. Kapal yang tenggelam pada tahun 1942 ini merupakan salah satu objek wreck dive yang sudah terkenal di Indonesia, bahkan di dunia.

Perjalanan yang melelahkan dan panjang dari Semarang menuju Pulau Dewata terbayar lunas dengan pengalaman yang di dapat. Semoga terus memotivasi kita untuk terus belajar dalam mengembangkan dunia kelautan di Indonesia. Sampai bertemu di liputan selanjutnya. Salam.

WASPADA DIRA ANURAGA

(Tutus Wijanarko)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: