Posted by: Marine Diving Club | February 2, 2011

KAMI PENYELAM MUDA 17

SEMARANG, SENIN 17 JANUARI 2011 – Hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK) Selam Marine Diving Club (MDC) Kelautan Universitas Diponegoro. Hari ini merupakan hari dimana Seminar Hasil Corallium XII akan diadakan. Bertempat di Gedung LP2MP Ruang Pelatihan 1 Gedung Widya Puraya Kampus UNDIP Tembalang, sejumlah mahasiswa ini sudah terlihat sibuk mempersiapkan seminar ini. Seminar ini juga merupakan tahap terakhir dalam open recruitment anggota baru MDC 17. Terlihat keseriusan para undangan saat menyaksikan presentasi hasil Ekspedisi Corallium XII yang disajikan oleh ketua Corallium XII Suranta Tarigan yang didampingi oleh ketiga senior pendamping dari Marine Diving Club antara lain adalah Ahmad Mustofa, Ki Agus Muhammad Hasbi, dan Galdi Aryanto.

Marine Diving Club (MDC) merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro yang berorientasi pada penyelaman ilmiah serta perlindungan dan konservasi lingkungan, tahun ini mengadakan kegiatan Ekspedisi Corallium XII. Kegiatan ini berupa pemetaan terumbu karang di Kepulauan Karimunjawa yang dilakukan secara berkala, untuk mendokumentasikan dan mendeskripsikan keadaan terumbu karang di kawasan Karimunjawa. Pada periode 2010, Marine Diving Club mengadakan kegiatan Ekspedisi Corallium XII yang akan dilaksanakan pada tanggal 03 – 09 Desember 2010 di Pulau Genting Kepulauan Karimunjawa dengan tema “Keep The Coral Reefs To Save The People Of The Earth” .

Selain diadakannya kegiatan monitoring terumbu karang, juga dilakukan kegiatan aksi peduli terhadap HIV & AIDS sebagai konsep tambahan kegiatan Corallium XII. MDC mengusung konsep tambahan ini didasarkan sebagai wujud kepedulian MDC terhadap penderita HIV & AIDS dan untuk memperingati hari HIV & AIDS.

Pra kegiatan dari Corallium XII ini diawali dengan aksi pengumpulan tanda tangan dan pembagian pita lambang HIV & AIDS pada tanggal 1 Desember 2010 di Kampus Kelautan Universitas Diponegoro. Antusias partisipan terlihat dalam aksi ini, terbukti dengan banyaknya partisipan yang ikut ambil bagian dalam aksi penandatangan ini. Pertisipan melakukan penandatanganan spanduk merah sepanjang 10 meter terbentang di depan kampus Kelautan UNDIP. Spanduk tersebut natinya akan dibawa dalam kegiatan penyelaman tambahan ( fun dive ) dimana akan dilakukan pembentangan spanduk membentuk lambang HIV & AIDS di dalam laut.

Selanjutnya kegiatan utama dari Ekspedisi Corallium ini adalah pendataan karang dan ikan karang yang dilakukan di Pulau Genting, Kepulauan Karimunjawa pada tanggal 3-9 Desember 2010. Manfaat utama dari kegiatan ini ialah tersedianya data terumbu karang bagi salah satu bagian wilayah Kepulauan Karimunjawa. Data ini sangat penting khususnya untuk pengambilan kebijakan dalam pembangunan dan pemanfaatan potensi Terumbu karang. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rekomendasi untuk pengelolaan jangka panjang kawasan Kepulauan Karimunjawa.

Kegiatan awal dari Ekspedisi Corallium XII ini diawali dengan pelaksanaannya Sertifikasi Selam yang diikuti oleh para anggota muda 17 dan di instrukturi oleh instruktur POSSI, Budi Aryono. Sertifikasi selam ini dilaksanakan di dermaga pulau Sambangan, Kepulauan Karimunjawa. Terlihat keseriusan peserta saat sertifikasi berlangsung. Sertifikasi ini setara A1 atau basic diver.

Hari selanjutnya pendataan pun dimulai. Pendataan ekosistem terumbu karang dilakukan pada 4 site penyelaman, setiap site mewakili perairan dangkal dan perairan dalam dengan pembagian masing-masing pada bagian utara, timur, selatan, dan barat Pulau Genting. Setiap site penyelaman ditandai dengan menggunakan Global Positioning System (GPS).

Dalam Ekspedisi kali ini dilakukan pengambilan dua data yaitu monitoring karang dan Ikan karang. Pengambilan data dilakukan dengan dasar metode Line Intercept Transect (LIT), metode ini merupakan teknik yang dikembangkan dalam ekologi tumbuhan terrestrial dan diterapkan dalam ekologi terumbu karang (Loya, 1978; Marsh et al., 1984 dalam English et al., 1997). Gates (1979) dalam English et al (1997) menyebutkan bahwa metoda transek perpotongan garis ini digunakan untuk mengestimasi penutupan obyek atau kumpulan obyek yang ada di area tertentu dengan cara menghitung panjang bagian yang dilalui transek. Transek dipasang sejajar garis pantai sepanjang 100 meter untuk setiap titik lokasinya. Metode ini digunakan untuk mengetahui karakteristik genus karang di suatu wilayah sehingga dapat diketahui keanekaragaman jenis karang di daerah tersebut. Metode transek garis digunakan untuk melihat penutupan linear karang dalam komunitas terumbu karang yang hidup di dasar perairan. Pengamatan pada ikan karang dilakukan secara visual dengan menggunakan metode pencacahan kuantitas seluruh obyek yang ada di sepanjang garis transek (Line Transect). Sementara itu, untuk pendataan ikan karang dilakukan secara visual dengan jarak pengamatan 2,5 m ke kanan dan ke kiri, serta 5 m ke atas dari garis Transek Garis. Pendataan ikan karang dilakukan hingga ke tingkat genus. Setiap buddy yang terdiri dari 2 orang mendata sepanjang 25 meter dan ditemani seorang MD ( master dive ). 1 orang mendata karang dan 1 orang berikutnya mendata ikan karang. Setelah pendataan selesai, data dari sabak (alat untuk menulis di dalam air) dipindahkan ke buku kering untuk selanjutnya diolah ke dalam pengolahan data untuk mengetahui persen penutupan karang dan indeks dominansi, keseragaman dan keanekaragaman karang dan ikan karang di perairan Pulau Genting Karimunjawa. Selanjutnya pada hari kedua, diadakan pendataan karang dan ikan karang di sisi utara dan sisi barat Pulau Genting. Sama seperti pendataan hari pertama, dilakukan 2 kali pendataan untuk berbeda kedalaman. Kedalaman 3 meter menandai perairan dangkal dan kedalaman 10 meter untuk menandai perairan dalam.

Ekspedisi Corallium XII pun diwarnai dengan kegiatan tambahan yaitu sesi fun dive dimana diadakan pembentangan lambang HIV & AIDS di dasar laut. Lambang AIDS itu terbuat dari spanduk merah sepanjang 10 meter yang sudah ditandatangani sebelumnya pada pra kegiatan Ekspedisi Corallium. Pembentangan ini merupakan wujud kepedulian MDC terhadap para penderita HIV & AIDS. Ini juga merupakan wujud kepedulian MDC dalam hari AIDS sedunia yang jatuh setiap tanggal 1 Desember.

Setelah pengambilan data, data tersebut diolah untuk mengetahui presentase penutupan karang dan persebaran ikan karang di perairan Pulau Genting Karimunjawa. Data tersebut kemudian diolah untuk mengetahui apakah perairan tersebut masih dalam kondisi baik atau buruk dengan mengetahui indeks keragaman, keanekaragaman, dan dominansi pada suatu perairan. Data tersebut kemudian akan dipresentasikan pada Seminar Hasil Corallium dan dibuat kedalam laporan ilmiah.

Pasca kegiatan dari Ekspedisi Corallium XII ini adalah diadakannya seminar hasil Corallium yang fungsinya untuk mempresentasikan hasil penelitian yang dilakukan di 4 sisi dengan kedalaman 3 meter yang mewakili perairan dangkal dan 10 meter yang mewakili perairan dalam. Pada seminar hasil Corallium kali ini, diadakan pada hari Senin, 17 Januari 2011di Gedung LP2MP Ruang Pelatihan 1 Widya Puraya Kampus UNDIP Tembalang pukul 08.30- selesai dan dihadiri oleh petinggi-petinggi bidang kelautan dan pariwisata.

Seminar dibuka dengan pemberian kata sambutan dari perwakilan tamu undangan, dan diresmikan oleh Bapak Prof. DR. Ir. Yohanes Hutabarat, M.Sc selaku Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Setelah itu, menyanyikan mars MDC oleh Anggota Muda 17. Setelah itu, penyampaian laopran ilmiah hasil dari Ekspedisi Corallium XII yang disampaikan oleh ketua Ekspedisi Corallium XII, Suranta Tarigan. Dari hasil penelitian yang dipresentasikan dalam seminar kali ini dapat disimpulkan bahwa presentase penutupan karang di perairan Genting Kepulauan Karimunjawa dalam kondisi baik karena presentase penutupan karang berada pada persen 50%-75% dan genus yang mendominasi perairan Pulau Genting adalah genus Pectinia. Sedangkan genus ikan karang yang mendominasi adalah genus Abudefduf dari famili Pomacentridae. Seminar kali ini mendapat respon positif dari para tamu undangan. Dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari tamu undangan. Penutupan dari Seminar Hasil Corallium XII ini ditutup dengan pelantikan anggota muda Marine Diving Club (MDC) 17 menjadi Anggota MDC 17 dengan membaca Sapta Ikrar MDC dan pembacaan Surat Keputusan (SK) anggota muda oleh Ketua MDC, Husnan Azhar. Pelantikan ini menandakan bahwa anggota muda MDC 17 telah resmi dilantik setelah melalui 7 tahapan recruitment MDC selama 9 bulan.

Advertisements

Responses

  1. Peta…..???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: