Posted by: Marine Diving Club | March 25, 2009

Marine Diving Club Pecahkan Rekor: Berlatih Sehari Langsung Bisa Menyelam

dsc03124Semarang (MDC)
Bisakah melatih orang awam yang belum bisa berenang kemudian menjadi bisa menyelam hanya dalam sehari? Bukan menyelam tanpa alat, tetapi benar-benar menggunakan alat lengkap, mulai dari masker, fin, snorkel, hingga tabung. Dan orang awam itu mampu beradaptasi dengan nyaman di dalam air di kedalaman dua meter. Penyelam sangat pemula — maklum dari orang awam beneran — ini mampu menikmati penyelaman dangkal itu dalam waktu 20 menit, nonstop!!!

Dan itu terjadi pada Minggu (22/3/2009) lalu di Kolam Renang Kodam IV/Diponegoro di Watugong, Semarang. Empat penyelam pemula, semuanya wartawan, menjadi empat sekawan yang sangat berani untuk bisa menjadi penyelam. Padahal, kemampuan renang mereka sebenarnya juga masih NOL.

“Terus terang saya tidak percaya. Tapi saya yang melatih sendiri jadi mau tidak mau harus mempercayai kenyataan ini. Saya mampu melatih perenang pemula menjadi penyelam. Sungguh pengalaman berharga yang tidak saya bayangkan sebelumnya,” kata Andrianus.

Empat sekawan super nekad itu adalah Mas Hari (Kompas), Mbak Lina (Bisnis Indonesia), Mbak Fiska (Suara Merdeka), dan Iyan (Radio Imelda). Sebenarnya ada lima wartawan yang ingin menjadi penyelam pemula hari itu, akan tetapi Mas Wendra (Kompas) terpaksa tidak bisa bergabung karena tugas liputan mendadak.

Ide gila itu awal mulanya berasal dari Mas Herdjoko (The Jakarta Post).. Wartawan ini memang punya tekat besar untuk bisa menyelam sejak MDC mengajak dia untuk meliput reefcheck di Kepulauan Karimunjawa pada November 2007 silam. Dia bercerita, meski bisa berenang, akan tetapi belum pernah sekalipun memegang peralatan selam.

Meski begitu, pada penyelaman pertama, wartawan The Jakarta Post ini langsung berani menceburkan diri ikut menyelam. Berhasil? Belum juga. Dia hanya bisa menyelam pada kedalaman tiga meter. Itu pun dia tidak bisa melakukan equalizing meski sudah mendapat teori dan ia praktekkan di kedalaman dua meter.

Telinganya merasa tidak mampu diajak menyetarakan dengan tekanan air. Mungkin memang belum pernah menyelam dan mendapat pelajaran menyelam itu. Wita, salah satu anggota MDC pun super hati-hati mengajak menyelam wartawan nekat ini. Meski begitu, akhirnya Wita mampu juga mengajak wartawan ini menyelam sekitar lima menit.

Lalu kembali Mas Herdjoko ini mengulang keberaniannya pada penyelaman hari ketiga. Hari kedua ia manfaatkan hanya untuk bertanya segala macam soal penyelaman sambil melihat para penyelam melakukan reefcheck. Pada hari ketiga ia lumayan berhasil karena bisa menyelam dengan waktu lebih lama dan ia bisa melakukan equalizing.

== Temukan Metode Termudah ==

Kemudian ketika bulan Mei 2008 ada sertifikasi untuk menyelam. Mas Herdjoko ini ikut sertifikasi bersama Mas Heru dari Kompas. Dua wartawan ini bersama dua wartawan Cakra TV ikut reefcheck tahun 2007. Mereka lulus untuk sertifikasi Star 1. Lalu karena Mas Heru pindah tugas ke Solo, jadilah sobat MDC tinggal Mas Herdjoko bersama dua wartawan Cakra TV. Namun dua wartawan televisi itu belum bergabung untuk bisa menjadi penyelam.

Beberapa kali awak MDC bertemu Mas Herdjoko. Si nekat ini sering bilang kepada kami, bahkan berusaha meyakinkan bahwa untuk menjadi penyelam, tidak perlu kemampuan berenang yang tinggi. “Yang penting adalah meyakinkan pemula itu bahwa menyelam itu mengasyikkan dan aman. Saya telah bisa melatih orang awam yang sebelumnya tidak bisa berenang sama sekali, hanya dalam tempo satu jam sudah bisa berenang. Mampu berenang sepanjang kolam renang ukuran standar itu. Namun mereka harus menggunakan fin dan masker serta snorkel. Saya telah berhasil melatih keponakan, adik, dan juga kakak perempuan yang berusia 46 tahun,” katanya.

Antara ragu, tidak percaya, dan sedikit percaya, kami dari MDC hanya bisa mendengar saja. Maklum, dia belum pernah menunjukkan hasil metode cepatnya itu kepada kami. Akan tetapi tantangan dari si nekat ini begitu kuat. Ia mau mengajak rekan-rekan wartawan lainnya untuk latihan menyelam. Ia memberi semangat kepada kami agar mampu mengajari mereka menyelam dalam satu hari. Sehari bisa berenang dan menyelam.

“Kami akhirnya setuju. Kami berm

usyawarah dulu bersama semua anggota MDC. Ide gila ini merupakan tantangan yang harus dibuktikan kebenarannya. Sepertinya cerita wartawan nekad yang gila menyelam ini tidak berbohong,” kata Huda.

Ide itu pun kami sampaikan kepada Pak Dr. Ir. Munasik MSc, dosen dan pelindung MDC. Beliau setuju dan ingin melihat juga pelaksanaannya dan sekaligus memberikan materi akademis penyelamanya.”Kegiatan ini sangat baik dilaksanakan, karena kita ingin sekali memasyarakatkan dunia selam di seluruh indonesia dan dimulai dari lingkup yang kecil seperti ini” jelas beliau. Kemudian sebelum turun menyelam, pertama tama diawali dengan pemberian teori selam yang dilaksanakan di darat. Dan ternyata semuanya berjalan lancar.

Mbak Lina, Mbak Fiska, Mas Hari, dan Iyan, ternyata memang perenang pemula yang belum bisa berenang secara benar. Akan tetapi ketika kami awak MDC mengajari mereka mengenakan masker, snorkel, dan bagaimana mengayuh menggunakan fin, mereka bisa memahami dan melaksanakan dengan cepat. Sekali lagi, ini benar-benar luar biasa.

Kami akhirnya memahami ide gila dari wartawan nekat itu. Satu pelatih mengajari satu murid. Pelatih bertanggungjawab penuh terhadap proses pemberian ilmu renang dan selam sekaligus keselamatan si murid.

“Ini baru pertama kali kami lakukan. Mengajari mahasiswa saja kami kesulitan. Lha kok ini mengajari orang-orang tua malah mudah. Mereka bisa menyelam di kedalaman dua meter,” kata Diko, awak MDC lainnya.

Apa kata para penyelam pemula yang baru saja “lulus” itu?

“Wahh… top. Akhirnya bisa menyelam d

an butuh belajar hanya sehari. Saya harus terus belajar. Saya tahu ini hanya teknik penyelaman sangat dasar.. Tapi saya sudah mendapatkan keasyikan menyelam itu. Saya harus dapat ilmu menyelam ini. Dengan begitu bila saya mendapat tugas liputan di laut, hal itu bukan barang baru lagi,” kata Mas Hari.

Lain lagi dengan Mbak Lina. Wartawati Bisnis Indonesia ini seolah tidak mengenal lelah. Ia berulang kali berenang menggunakan fin dan snorkel melahap panjang kolam renang. “Kenapa tidak dari dulu saya belajar seperti ini.. Kalau ke Karimunjawa saya diajak lho,” tuturnya.

Demikian pula dengan Mbak Fiska dan Iyan. Mereka berdua sudah merasa bahwa air menjadi dunia kedua. Sementara Mas Herdjoko yang merasa menjadi motivator rekan-rekannya selalu menunggui empat sekawan ini menyelam. Tiga anaknya yang masih duduk di bangku SD pun diajak serta. Mereka ini ternyata juga telah bisa menyelam.

Akhirnya kami di MDC berani menyimpulkan bahwa untuk bisa menyelam yang paling utama adalah Keberanian dan Usaha. Bila berkeberanian dan usaha besar, semua teknik penyelaman bisa dilaksanakan dengan baik dan aman. Dan itu sudah dibuktikan oleh empat wartawan nekat itu.

Mungkin bila ada pemecahan rekor belajar selam, maka MDC telah berhasil memecahkan rekor mengajari menyelam hanya dalam waktu kurang dari sehari!!! (*)

Berikut Foto fotonya:

Pemberian Materi di darat

pelatiahan pemasangan peralatan

akhirnya....bisa

Advertisements

Responses

  1. apik..apik…
    aku juga ada dan melihat semua proses pelatihannya!!!!
    besok lagi deh…

  2. kalau saya ingin bergabung latihan selam bisakah??
    saya sangat ingin bisa diving nih…
    mohon informasi

  3. buat mb Ika
    kita sangat senang bila mb ika juga mau ikut bergabung. apalagi akan dibuka sertikasi selam pada mei nanti..

    informasi lebih lanjut bisa hub Humas MDC
    rudi (085641666326)

  4. salam kenal aja dech untuk anak2 mdc

    saya alumni ilmu kelautan universitas riau

    di universitas riau saya bergabung bersama Marine Science diving Club (MSDC)…

    kalo ada agenda/ kegiatan infonya ditunggu ya..

    thanks….. save our coral reef

    • salam hangat juga buat arie…sekarang lagi ada kegiatan apa di MSDC?
      untuk MDC sebentar lagi sekitar bulan oktober kita akan mengadakan monitoring karang(reef check) di kepulauan karimunjawa. Kegiatan ini nantinya akan terbuka buat umum. Untuk lebih jelasnya kami boleh minta emailnya MSDC?

      Salam buat temen temen MSDC semuanya….

      trimakasih

  5. aku juga pengen banget belajar selam. dulu pas kuliah cuma ikut kuliah selam tok. ga ikut MDC , kepentok biaya sih….sekarang pengen banget. palagi dah kerja di dinas kelautan dan perikanan. pada main ke rembang dunk…ntar aku diajarin selam..hehehe…di dinas belom ada yang bisa

    • @NYAKK: trimakasih sudah mengunjungi blog MDC, oia ini mba or mas?kalau misalnya belajar nyelam bisa mb??dan saya punya ide gimana kalau dari dinas rame rame di ajarin nyelam jadi biayanya bisa murah sekalian gmana???kalau bisa 10 orang atau lebih kita bisa langsung sertifikasi juga. informasinya ditunggu ya mb…

      salam
      andre

      NB:kalau mau ngasih email ke mdc_kelautan@yahoo.com saja
      Hp :02470263198

  6. aslam
    mas aqu ajari teknik menyelam
    terima kasih

    • ini mb rulli cakra ya??
      kalau mau, crew cakra diajak sekalian mb, biar ntar biayanya bisa murah..kayak kemaren bareng wartawan yang banyak jadi kenaknya biayanya murah. gimana?kapan kira kira mb??

      andre

  7. Asem biasanya kita yg mberitain eh jadi diberitakan deh…Thnx lot buat kawans MDC!

  8. Kapan akan diadakan kursus menyelam lagi di semarang?, saya berusia 55 tahun apakah diperbolehkan mengikuti?

  9. jd inget pas aku sertifikasii,,,kesiksaaa,,,,ngunu yoo pak mus sing nglatihh hha

  10. disini sudah bisa sertifikasi ya? boleh minta pricelist nya? please send it to my email. thanks


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: